Breaking

Tuesday, 8 March 2016

Ketika Ayah Sudah Tiada

Bersabarlah dan teruslah melangkah meski kehilangan orang yang anda cintai itu sangat berat untuk di terima.

Setiap manusia hidup di dunia ini punya masa dan jatah usia masing - masing, hanya Allah SWT yang tau kapan kita akan di panggil menghadap-Nya, hanya amal kebaikanlah yang akan kita bawa kepada-Nya. Maka janganlah berlarut dalam kesedihan ketika orang yang anda cinta pergi meninggalkan anda, percayalah Allah akan berikan ganti yang lebih baik.

Saya sendiri pernah mengalami kehilangan orang yang sangat saya sayangi yaitu bapak saya sendiri dan beliau juga sangat menyayangi kami anak - anak nya. Kejadian ini terjadi pada akhir 2013 silam, kejadian yang benar - benar membuat saya shock, sedih, bahkan benar - benar down kondisi saya saat itu. Ketika itu saya berdomisili di Garut dan orang tua saya berdomisili di Pekanbaru. Jadi pas ada kabar bahwa bapak saya telah meninggal saya tidak bisa langsung datang ke Pekanbaru hari itu. Namun baru bisa berangkat ke pekanbaru esok harinya. Sungguh saya sangat terpukul sekali karena saat itu saya masih sangat membutuhkan beliau untuk membimbing saya dalam menjalani hidup yang masih belum mapan bagi saya. Saya masih butuh banget ulur tangan beliau, saran dan kritik beliau baik dalam masalah ekonomi, keluarga, sosial masyarakat dll. Tapi mau bagaimana lagi ini sudah takdir, buat saya yang terpenting adalah Mengiklaskan kepergian beliau, mendoakan setiap hari, menjaga nama baik keluarga, belajar untuk terus berkarya meskipun bapak saya tidak bisa lagi menemani saya.

Sejak kepergian bapak saya, mau tidak mau saya harus berusaha hidup lebih mandiri, berkarya dan mencari jalan hidup yang lebih baik. Berat memang ketika saya yang biasanya bisa meminta tolong ke bapak saya saat ini sudah tidak bisa lagi, semua harus saya terima dengan iklas. Disini saya benar - benar di uji secara mental, namun Saya yakin Allah tidak akan menguji hambanya melebihi dari kemampuan hambanya. Ada hikmah yang bisa saya ambil setelah kepergian bapak saya ini, saya selalu belajar untuk lebih mandiri, jangan bergantung pada orang lain, tidak ada yang akan peduli dengan diri kita kecualai kita sendiri. Bahkan dalam alquran juga di sebutkan bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya.

Setiap ujian akan membuat hambanya jadi lebih kuat, lebih bersabar dan pastinya akan lebih bijak dalam menyikapi sebuah masalah kedepan nya. Tidak ada suatu ujian pun yang Allah berikan melainkan akan ada hikmah di balik ujian itu. Sedikit atau banyak itu tergantung dari kita nya dalam emngambil pelajaran yang Tuhan berikan meskipun itu sepertinya amat menyakitkan dan pedih rasanya bagi manusia. Rasa tidak iklas muncul karena kita belum terbiasa dengan keadaan yang sebenarnya belum atau tidak kita inginkan, jika kita sudah terbiasa lama - kelamaan rasa sedih pun pasti akan sirna. Pelajaran yang paling berharaga adalah peristiwa yang langsung kita alami, baik itu kepedihan, kesenangan, suasana hati yang tidak menentu, kejadian tragis sekalipun itu adalah pelajaran yang sangat berharga untuk hidup kita, ambilah hikmah yang terkadung di dalam peristiwa tersebut.

Semoga saja kisa ini bisa menginspirasi teman - teman semua, bahwa ketika kita kehilangan orang yang kita cintai itu bukanlah akhir dari kehidupan ini, terus berjuang untuk masa depan yang lebih baik.

Terimaksaih
#30DWC Hari ke 24

No comments: