Breaking

Tuesday, 26 July 2016

KITA MISKIN BUKAN KARENA TUHAN

Pahamilah bahwa Hidup Ini adalah sebuah Proses, baik dan buruk ada pada keputusan kita sendiri.
Sering kali kita menemukan orang yang bekerja selama bertahun – tahun namun penghasilan mereka biasa saja, ataukah Anda orang yang merasakah hal itu?. Sebagian besar pengusaha atau pembisnis pasti merasakan hal ini. Namun bagaimana kita menyikapinya?
Sebelum menjawab pertanyaan – pertanyaan diatas, kita refleksikan kembali apakah Anda sudah meminta kepada Tuhan dengan cara yang benar? Dan sudahkah Anda believe (meyakini) dan faith (mengimami) apa yang Anda minta?. Bagian yang cukup berat dari semua ini adalah mengimami. Karena apabila Anda sudah mengimami apa yang Anda minta, seharusnya Anda tidak perlu khawatir tentang apa yang apapun yang berkaitan dengan bisnis Anda bukan?. Serahkan semuanya kepada Tuhan.

SB Fuller, lahir dalam keadaan miskin dan keadaanya terus menerus miskin. Namun ia mempunyai Ibu yang luar biasa. Ibunya sempat berkata “We are poor, Not because of God” yang artinya “Kita bukan miskin karena Tuhan”. Karena Ibunya meyakini bahwa sebenarnya Tuhan itu baik dan akan selalu baik. Dan ia meyakini bahwa keluarganya miskin karena suaminya tidak mampu untuk merubah keadaan ekonomi mereka bahakan tidak ada satupun di keluarganya yang berusaha mengembangkan diri untuk menjadi lebih makmur. Dan karena kata – kata itu, SB Fuller memulai karirnya menjadi penjual sabun selama 12 tahun hingga akhirnya ia mempunyai 7 perusahaan.
Semuanya akan kembali kepada mindset di kepala Anda, apa yang ingin Anda lakukan dan dengan cara apa. Teruslah lakukan, kejar dan imami, maka Tuhan akan membantu.

Dan pikiran yang tidak kalah bermasalah adalah berpikir bila dunia ini ini kejam, orang lain jahat, dan semua tidak beres. Sebenarnya itu semua tergantung dari pribadi Anda. Ada perkataan dari Carl Jung , “Your perception is your projection” yang artinya adalah apa yang Anda persepsikan itu yang Anda projeksikan. Intinya jika Anda berpikir dengan perspektif yang benar maka hasilnya akan benar pula.
Zig Ziglar pun pernah mengatakan, “kegagalan seorang sales dalam menjual bukan saat bertemu dengan customer-nya. Itu terjadi saat perjalanan dari kantor ke tempat customer.” Maksudnya adalah apabila Anda berpikiran bahwa orang yang saya telpon akan marah – marah atau menolak saya, maka itu yang akan terjadi. Jika berpikir sebaliknya, kecendurungan positif akan lebih besar efeknya. Semua kembali ke pikiran Anda yang menjadikan sebuah persepsi yang akan berakibat pada kehidupan nyata.

No comments: