Breaking

Tuesday, 9 August 2016

Cara Mencari Potensi Pasar di Facebook

Cara Mencari Potensi Pasar di Facebook

Bagi anda yang sedang bisnis online atau jualan online lewat facebook, maka targeting pasar sangat penting, sehingga ketika anda beriklan atau promosi di facebook langsung di samber oleh para customer yang memang membutuhkan produk anda. Inilah Cara Mencari Potensi Pasar di Facebook dengan menggunakan metode retargeting interest.
Celah pasar yang sangat gurih di Facebook ini sebenarnya sudah lama di kuras uangnya oleh para mastah. Namun celah pasar ini tidak mereka bongkar agar tidak terlalu banyak pemain di dalamnya. Walaupun yang namanya rezeki tidak akan tertukar, tetapi mereka tetap menghindari banyaknya pemain di celah
pasar ini.

Tapi tenang saja, walaupun celah pasar ini banyak pemainnya, tetap saja potensinya masih sangat besar untuk kita kuras. Oke, jadi apa ciri – ciri celah pasar yang gurih tersebut? Ini dia ciri – ciri audience di dalam celah pasar yang gurih tersebut yang akan kita kuras uangnya :

1. Wanita
Mengapa wanita? Sederhana, karena wanita suka belanja. Jika pemilihan produk dan Interestnya tepat, pasti selalu closing per harinya. Alasan lainnya, karena wanita lebih familiar dengan online shopping dari pada pria, dan juga wanita lebih mudah didapatkan trust-nya walaupun online shop kita likers fanpage nya masih 0 (Nol). Beda dengan pria yang lebih ribet dan gampang su’udzon dengan online shop yg baru dijumpainya, bahkan ada yang minta COD padahal dia sedang belanja di online shop yang letaknya jauh dari rumahnya. Sebabnya karena pria kurang teredukasi tentang online shopping. Kalau kita jual produk ke wanita bisa closing 10 per hari, ke pria cuma bisa 1 doang, itu pun beberapa hari kemudian transfernya.

2. Umur 25 Keatas.
Di umur 25 keatas, biasanya wanita sudah teredukasi dengan baik tentang belanja online, dia tahu step - step
seperti apa yang harus dia lakukan ketika belanja online. Beda dengan pria, walaupun sudah di usia 25 keatas tapi  kalau disuruh transfer duluan malah bingung trus bilang “Harus transfer dulu ya? Bukan barang dulu baru duit?”. Walaupun dia udah minta rekening dan sudah kita kasih, kemungkinan besar gak jadi transfer. Hadeeeh….cape deh….. #TepokJidat. Kesimpulannya, wanita lebih familiar dengan belanja online daripada pria.

3. Sudah Menikah.
Kenapa harus wanita yang sudah menikah? Karena kalau dia gak punya uang, dia bisa minta ke suaminya. Kalau wanita belum menikah, kalau pas mau belanja di onlineshop kita lagi ga punya uang, biasanya nunggu gajian dulu, atau nunggu kiriman dari ortu kalau wanitanya masih kuliah dan anak kost.

4. Punya Anak.
Loh, harus punya anak? Gak harus sih, tapi rata – rata wanita  yang menikah di facebook pasti punya anak. Artinya apa? Artinya kita jadi bisa tawarkan juga produk untuk anak – anak mereka, contohnya seperti mainan yang unik. Kelebihan celah pasar ini adalah, kita bisa jual hampir semua produk yang berhubungan dengan wanita karena sifat wanita yang gampang lapar mata dan doyan belanja. Selama audiencenya tepat, pasti berjodoh dengan produknya, dan Insya Allah dahsyat hasilnya. Apakah celah pasar pria tidak berpotensi? Tetap berpotensi kok, tetapi menjual produk ke pria tidak segampang menjual produk ke wanita. Karena pria butuh trust yang lebih besar dari online shop tempat dia akan belanja. Walaupun produk di online shop kita dia butuhkan, tapi kalau dia belum trust, akan susah untuk pria transfer uangnya ke online
shop kita, belum lagi masalah belum meratanya edukasi jual beli online di kalangan pria. Ribet lah pokoknya.
Jadi berdasarkan ciri – ciri audience tadi, celah pasar yang sangat - sangat gurih di facebook adalah MAHMUD ABAS (MAmaH MUDa Anak BAru Satu) Ya, inilah potensi pasar dengan potensi terbesar di Facebook. Para mastah FOKUS di celah pasar ini, makanya mereka bisa menghasilkan milyaran perbulan dari online shop. Mungkin ada yang mengatakan, “Ah ini sih saya tahu…”. Tapi apakah tahu bagaimana cara mengkonversi celah pasar ini menjadi uang?

Inilah beberapa tips Cara Mencari Potensi Pasar di Facebook

No comments: